Sunday, June 19, 2011

Masih

Masih ku tak berdaya
Melupakan mu
Di hatiku berkata
Apakah sebenarnya cinta

Di hati ini
Hanya mainan semata
Tambah Video
Namun kau tak mengerti
Apakah sebenarnya yang telah terjadi

Di diri ini
Kau yang masih di hati
Tidak terdaya
Untuk mengundur diri

Darimu
Setelah engkau pergi
Tiada apa yang ada di diri ini
Kuharapkan kau kan berubah hati
Semoga kau kan kembali
Di diri ini

Saturday, April 16, 2011

GoodBye


Thinkin' of what i have been thru is the last thing i'd do
coz i have been tryin' to heal all these wounds that have hit me deeply
thinkin' of what happened to me it's like a tragedy,
you don't wanna know what i got into and you really do not want to
some might say that i'd kill the revolution
but in the end it's my life that really needs a solution..
how do i say goodbye to all the things that i've said and have done?
how do i say goodbye to all the things that have been messin' my mind?
thinkin' of what i've been thru is the last thing i'd do..
you don't wanna know what i got into and you really do not want to..
some might say that i'd kill the revolution..
but we still have the lads to carry out the tradition.

Monday, July 26, 2010

Pesan Ayahku

Masih aku teringat,
Ayah pernah berpesan,
"Ayah tidak reti menyuruh kamu belajar,
Kerna ayah tidak pandai, dan ayah tidak tahu,
Tapi ayah harap yang kamu tahu,
Akan apa yang patut kamu buat,
Dan untuk apa hidupmu di alam ini,
Ayah tidak mahu paksa kamu belajar,
Tapi mengertilah anakku, ayah suka bila kamu belajar",
Dan,
Lupakah aku sekarang??


Pada satu lewat malam,
Ayah pernah marahkan aku,
"Kenapa lewat kamu balik malam ini?,
Bukankah kamu tahu yang ayah tidak suka begitu,
Ayah mahu kamu balik awal di malam lain,
Ayah risau akan kamu wahai anakku,
Ayah mahu kamu jaga diri kamu dimalam hari,
Jangan terikut perangai orang 'buta' itu,
Jangan kau hanyut dibawa arus seperti mereka,
Dan aku,
Paham maksud ayahku itu.


Dan dia berpesan lagi,
"Anakku, kamu anak lelaki paling sulong,
Selepas ini adik mu akn menjaga suaminya,
Hanya kamu tempat ayah dan ibu bakal bergantung,
Menjaga kami di waktu tua nanti,
Ayah tidak meminta balasan dari kamu,
Cuma, kamu pikirlah akan dimasa tua kamu nanti,
Mahukah kamu berseorangan tanpa anak disisi??
Aku paham,
Aku menangis,
Mampukah aku...
dedikasi utk arwah ayah tercinta...

Ibu


Kau tumis

Kau goreng
Kau masak
Kau suap


Kau basuh
Kau cuci
Kau susun
Kau kemas


Kau mandikan
Kau bedakkan
Kau pakaikan
Kau sikatkan


Kau payung
Kau hantar
Kau tuggu
Kau jemput


Kau ajar
Kau marah
Kau pukul
Kau sebak


Kau belai
Kau geletek
Kau senyum
Kau gembira


Kau dodoi
Kau usap
Kau tepuk
KU TIDUR.


Ku rindu,
Ku sayang,
Ku kasih,
ku perlukan mu,

Sunday, July 25, 2010

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w. wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Saturday, July 24, 2010


~paklong~
Sering kali aku memikirkan, adakah cara hidup aku selari dengan kehendak dan jiwaku? bagi aku, aku suka ngan cara hidup aku. Aku seorang yang happening dan senang bergaul dengan semua orang. X kira tua atau muda memang aku senang berkawan dengan semua orang. Bagaimana pula sekiranya manusia tidak mengerti diri aku ini dan sering mempersoalkan apa yang telah aku lakukan? Aku cuba untuk bertoleransi dan berdiplomasi tapi kadang-kadang aku x dapat mengawal kemarahanku kepadanya. Pendekatan yang digunakan terlalu mendesak aku, aku tewas dengan nafsu marah. Adakah perasaan benci ini tidak boleh dihilangkan dan perhubungan yang sedia ada disatukan kembali? Persepsi orang kadang-kadang melihat aku sebagai kejam dan sanggup memutuskan perhubungan. Tapi salahkah aku jika itu yang terbaik untuk menjernihkan suasana dan membiarkan si DIA melupakan aku. Memang.....memang itu yang sering menjadi persoalan dalam diri 2aku. Adakah aku terlalu kejam terhadap duniaku sendiri..................